Duh! 7,86 Juta Orang RI Masih Jadi Pengangguran

0

Duh! 7,86 Juta Orang RI Masih Jadi Pengangguran

Master Gacor – Tubuh Pusat Statistik (BPS) umumkan pengangguran di Indonesia sejumlah 7,86 juta orang per Agustus 2023, turun 560 ribu orang dibanding masa yang masih sama tahun sebelumnya.

“Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT pada Agustus 2023 ada 7,86 juta orang pengganggran atau sama dengan tingkat pengangguran terbuka 5,32%,” ungkapkan Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam pertemuan jurnalis, Senin (6/11/2023).

Amalia menerangkan warga umur kerja capai 212,59 juta orang atau naik 3,17 juta orang. Jumlah itu terbagi dalam angkatan kerja sejumlah 147,71 juta orang dan bukan angkatan kerja 64,88 juta orang.

Angkatan kerja capai 139,85 juta orang dan bekasnya ialah pengangguran.

“Walaupun pengangguran turun terus tingkat dan jumlah pengangguran ini lebih tinggi dibandingkan saat sebelum wabah atau Agustus 2019,” jelasnya.

Masih Ada Juta-an Pengangguran di RI, Ini Jalan keluar Jokowi

Menteri Koordinator Sektor Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy percaya diri jika pemerintahan tetap menekan angka pengangguran yang sekarang ini sudah capai 8,42 juta jiwa.

Untuk menggerakkan hal itu kata Muhadjir, permerintah sudah buka akses investasi selebar-luasnya dan menggelontorkan Ketentuan Presiden atau Perpres untuk revitalisasi pendidikan dan training vokasi. Cara itu jadi kunci pemerintahan untuk pastikan warga dengan umur produktif bisa bekerja dengan ketrampilan yang dipunyai.

“Memang permasalahannya ialah sampai berapa kita bisa membuat lapangan pekerjaan. Agar dapat membuat lapangan pekerjaan lebar terbuka, Presiden Joko Widodo menggalakkan investasi, jika investasi ini lebar terbuka, dan orientasinya pada padat kreasi akan terbentuk lapangan pekerjaan,” ungkapkan Muhadjir dalam Economic Up-date CNBC Indonesia, Senin (10/7/2023).

Presiden, menurutnya, konsentrasi menggerakkan implikasi UU Cipta Kerja. Karena ini dipandang jadi titik kulminasi dari pembangunan manusia Indonesia dari transisi yang telah dibikin oleh Kemenko PMK, yakni Human Cycle Development MGO303.

Pemerintahan mempersiapkan warga umur produktif yang mempunyai ketrampilan sama sesuai keperluan dunia kerja yang makin aktif tersedianya lapangan pekerjaan.

Walau begitu, rintangan sekarang ini ialah jumlah alumnus dari perguruan tinggi tiap tahunnya terus naik sampai 1,tiga juta jiwa tiap tahun. Sementara untuk tamatan SMA/SMK capai sekitaran 3,8 jt.

“Maknanya dari 3,delapan juta cuma 31% yang masuk perguruan tinggi. Bekasnya mencari pekerjaan. Dalam setahun diperlukan lapangan pekerjaan baru sekitaran 3,enam juta. Angka ini tidak kemungkinan cuma pemerintahan (yang membuat lapangan kerja), dan mustahil dibawa semua ke bidang industri. Mengapa? Karena perkembangan industri kita masih pada tahapan ke arah industrialisasi, karena itu yang paling kemungkinan ialah menggerakkan mereka jadi pengusaha,” jelas Muhadjir.

Walau demikian, pemerintahan juga sambungnya terus akan berusaha mempersiapkan tenaga kerja produktif yang mempunyai kekuatan dan ketrampilan berkaitan dan tinggi atau high kemampuan. Disamping itu, pemerintahan juga bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk selalu menggerakkan terbentuknya lapangan pekerjaan.

“Saat ini Kadin justru jadi sisi dari kami, dahulu di bawah Kemenko Sektor Ekonomi, sekarang di bawah Kemenko MGO55 PMK. Kita terus akan galakkan, semoga sesudah Covid-19 perbaikan perekonomian telah bagus 5,2% yang bermakna nomor 3 di dunia antara negara dengan penduduk besar. Saya percaya diri kita dapat persiapkan tenaga kerja dengan seharusnya,” tandas Muhadjir.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *