Bantuan pertolongan Pertama Cedera Tembak pada Korban

0

Bantuan pertolongan Pertama Cedera Tembak pada Korban

Cedera tembak mempunyai ukuran dan bentuk yang berbeda, bergantung pada tipe peluru, tipe senjata api yang dipakai, kecepatan peluru, tembus atau tidak peluru, organ yang terserang, dan jarak shooting.

Pengatasan cedera tembak disamakan karakter cedera tembak. Tetapi, untuk menghambat imbas yang semakin kronis, bantuan pertolongan pertama cedera tembak benar-benar dibutuhkan, terlebih bila kontribusi klinis belum tiba.

Bantuan pertolongan Pertama Cedera Tembak

Keadaan yang tidak tersangka kadangkala dapat memacu berlangsungnya baku tembak. Saat terjadi kekacauan, teror teroris, sampai kejadian kriminil, baku tembak kadangkala tidak terhindar dan seringkali berbuntut pada ada korban cedera tembak.

Tidak itu saja, cedera tembak bisa juga terjadi saat peluru nyasar, misalkan dari orang yang memburu hewan.

Jika Anda lagi ada pada keadaan mencelakakan itu, cepatlah selamatkan diri ke lokasi yang semakin aman. Bila disekitaran Anda ada sebagai korban cedera tembak, sedapat mungkin membawa dia ke lokasi yang aman dan beri bantuan pertolongan pertama sambil menanti dokter atau kontribusi klinis tiba.

Berikut bantuan pertolongan pertama cedera tembak yang dapat Anda beri:

1. Menempatkan badan korban secara betul

Sesudah ada di lokasi yang aman, pastikan korban cedera tembak yang sadar duduk atau tiduran dalam posisi yang sangat nyaman. Tidak boleh angkat tinggi tungkainya karena akan membuat darah mengucur lebih deras dari cedera.

Baca Juga : 7 Langkah Meningkatkan Massa Otot yang Gampang Dilaksanakan

Bila korban pada kondisi tidak sadar diri, baringkan korban dalam posisi miring dengan kaki sisi atas ditekuk 90°.

Dalam pada itu, bila korban ditembak di bagian leher atau punggung, tidak boleh gerakkan badannya. Masalahnya pergerakan dapat menghancurkan saraf tulang belakang yang bisa tingkatkan dampak negatif berlangsungnya kelumpuhan tetap.

2. Mengontak polisi dan rumah sakit paling dekat

Sesudah pastikan sekitar lingkungan aman dan posisi korban telah nyaman, selekasnya telephone polisi atau rumah sakit paling dekat untuk memberitahukan ada penembakan dan korban cedera tembak.

Baiknya, korban cedera tembak harus memperoleh pengatasan klinis dalam waktu 10 menit sesudah ketembak.

3. Hentikan pendarahan

Sambil menanti bantuan pertolongan klinis tiba, stop pendarahan karena cedera tembak. Bantuan pertolongan pertama cedera tembak ini dilaksanakan langkah memberi penekanan pada tempat yang ketembak.

Pakailah kain kasa untuk menekan dan membalut cedera tembak supaya pendarahan dapat berkurang. Bila tidak ada kain kasa, Anda bisa manfaatkan sobekan pakaian bersih.

Jika cedera tembak ada pada tempat dada, tutup cedera dengan plastik bersih. Maksudnya untuk menghambat udara masuk ke dalam rongga dada yang bisa mengakibatkan paru-paru tidak bisa merekah. Tetapi, bila korban alami napas sesak sesudah perlakuan itu, selekasnya terlepas penutup plastik.

4. Lakukan proses CPR

Jika Anda sebelumnya pernah mendapatkan training dan ketahui langkah lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation), berikan bantuan pertolongan pertama cedera tembak dengan tehnik ini. CPR dilaksanakan bila korban cedera tembak stop bernapas dan jantungnya stop berdetak.

Beberapa langkah di atas bisa Anda kerjakan sebagai bantuan pertolongan pertama cedera tembak. Bila memungkinkannya, cepatlah membawa korban IGD rumah sakit paling dekat untuk memperoleh pengatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *